News & Stories

110 Penari Sanggar Kencana Wungu Ikuti Evaluasi Kenaikan Tingkat di Bintaro
SEPTEMBER 09, 2025

110 Penari Sanggar Kencana Wungu Ikuti Evaluasi Kenaikan Tingkat di Bintaro

Bintaro Jaya - Tangerang Selatan. Sebanyak 110 penari dari Sanggar Kencana Wungu mengikuti evaluasi kenaikan tingkat yang digelar di Bintaro Plaza, Sabtu (6/9/2025). Kegiatan ini mendapat perhatian khusus karena turut disaksikan langsung oleh Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tangsel Dadang Darmawan, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tangsel, perwakilan Dinas Pariwisata Tangsel, serta Komunitas Seniman Tari Tangsel (KSTT).

Owner Sanggar Kencana Wungu, Shanti Handayani, menjelaskan evaluasi dibagi menjadi empat kategori, mulai dari kelas 1–3 SD, kelas 4–6 SD, SMP, hingga SMA. Dari setiap kategori, akan dipilih tiga penari terbaik yang hasilnya akan dikurasi ke Pusat Prestasi Nasional (Pusprenas). Langkah ini diharapkan bisa menjadi jalur prestasi bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP hingga perguruan tinggi.

“Evaluasi ini bukan hanya penilaian, tetapi juga ajang untuk meningkatkan semangat dan rasa bangga anak-anak dalam menekuni seni tari,” ujar Shanti. Ia menambahkan, kehadiran anggota DPRD Tangsel dalam kegiatan ini menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta.

Sementara itu, Kasi Dikbud Tangsel, Sugeng, mengungkapkan pihaknya sedang melakukan pendataan ulang sanggar seni di Tangsel. Dari data resmi tercatat ada 51 sanggar, namun di lapangan ditemukan masih banyak yang belum terdata atau tidak aktif. “Kami tugaskan tim di tiap kecamatan untuk melakukan pendataan ulang agar memiliki data yang valid,” jelasnya.

Sugeng juga menuturkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tengah menyusun Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang Perlindungan Kesenian Daerah. Payung hukum ini dinilai penting agar kegiatan seni budaya di Tangsel bisa terlindungi, berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan anak-anak pada gadget.

Ketua Fraksi PKS DPRD Tangsel, Dadang Darmawan, juga memberikan apresiasi. Menurutnya, seni tari lokal memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak dan memperkenalkan kearifan lokal di tengah maraknya budaya luar. “Kita harus bangga dengan budaya sendiri,” tegasnya.

Penilaian dalam evaluasi ini dilakukan secara ketat oleh dewan juri, antara lain Bunga Perdana dari Sanggar Tari Wahana Cipta serta Tri Wahyusri, alumni Fakultas Seni Tari IKIP Jogja. Aspek yang dinilai meliputi kekompakan, performa, mental penari, serta kostum, dengan pembagian tingkat dasar, madya, dan mahir.

Evaluasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan menari peserta, tetapi juga membuka peluang prestasi akademik melalui jalur seni budaya, sekaligus memperkuat upaya pelestarian kearifan lokal di Tangerang Selatan.

SHARE THIS ARTICLE

Up next